Selasa, 12 September 2017

PUISI | Lenyap

02.42 2 Comments


Lenyap...

gelap di antaraku saja

bisik angin lalu, hilang
senjaku ini terang lagi tidak
saat jingga saja hanya ingin kelabu
melulu

gugur daunnya, kembalikah?

dulu tau saja sekarang

kamis malam singkat sungguh
menitik deras hujan bergelut beradu
bersama anginnya gunturnya pelangi pun
tak

dulu tau saja sekarang

fatamorgana melahap terang kau
bayang hilang saja
mejikuhibiniu menjulang-julang
jumpalitan, sepilah

tau saja kala berputar riang pun tetap
apa
tau saja kala bersenandung merdu pun tetap
apa
tau saja kala berdecak lincah pun tetap
apa
tau saja kala moleknya kau pun tetap
apa
tau saja kala semua henti bahkan
kumandang azan yang takkan lagi
menerobos kupingmu itu, ya, sajalah mu
yang nyaring berucap-ucap lamban
bunga telah kehilangan lebahnya

Maret, 2012

Rika Karlina Permatasari

Selasa, 22 Agustus 2017

PERJALANAN | Belajar di Museum Tanpa Ngantuk? Melbourne Museum, yuk!

02.04 0 Comments

ASSALAMU'ALAIKUM!

 

Weekend? Hampir semua orang butuh itu, kan? Aku pun sama. Kewajiban yang harus dilakukan saat weekend bagiku adalah MAIN! So, akhir minggu lalu aku pergi ke Melbourne Museum. Gak bisa dibilang weekend sih, karena aku perginya Jumat, tapi Jumat adalah akhir minggu untukku!!

Melbourne Museum terletak satu kompleks dengan Royal Exhibition Building. Di sini kamu bisa belajar tentang banyak hal. Ada setidaknya 11 exhibits di sini, antara lain Science and Life Gallery, Bugs Alive, Marine Life: Exploring Our Seas, Large Skeleton of Pygmy Blue Whale, Dinasour Walk, Wild: Amazing Animals in a Changing World, Melbourne Gallery, The Melbourne Story, Mind and Body Gallery, Evolution Gallery, Forest Gallery, Bunjilaka Aboriginal Cultural Centre, Te Pasifika Gallery, Children's Gallery, Touring Hall, dan Public Spaces.

Harga tiket masuk museum ini adalah $14 untuk dewasa. Sebetulnya umur 0-16 tahun gak perlu bayar, dan aku bisa saja masuk gratis. Mereka bakal percaya kok kalau aku umurnya di bawah 15 tahun HAHAHA! But, I don't wanna lie...............

Supaya gak panjang lebar, aku share foto-fotonya aja, ya! Tentu saja foto-foto ini hanya menggambarkan sebagian kecil dari keseluruhan isi museum. So, kalau ada pertanyaan, silakan komentar saja, ya! ;)


















Nah, begitulah kira-kira isi dari Melbourne Museum. Sebetulnya, banyak juga yang menyayangkan renovasi besar-besaran yang dilakukan pada bangunan tua ini sehingga menjadi begitu modern. Akan tetapi fasilitas modern di sini memudahkan sistem penyampaian informasi tentang semua barang yang ada di dalamnya.

Well, yang terpenting belajar di sini gak bikin ngantuk! Semoga kalian ada kesempatan untuk datang ke sini, ya!

Semoga bermanfaat!

See you on my next post!

 

WASSALAMU'ALAIKUM!

Senin, 21 Agustus 2017

PERJALANAN | Liburan Musim Gugur di Ibu Kota Australia, Canberra!

05.15 0 Comments

 ASSALAMU'ALAIKUM!

 

Libur telah tiba, libur telah tiba, hore... hore...! Lah, malah nyanyi -__-
Ya namanya juga lagi senang soalnya selama term 1 kerja terus, kan bosan jadinya. So, marilah berlibur!

Sebenarnya liburan ini udah 'jadul' banget sih, baru sempat nulis sekarang aja nih. Jadi, agak lupa-lupa dikit gak masalah, ya? Hehe namanya juga Rika...

Liburan kali ini, aku pergi bareng teman-teman LAP-ku, yaitu Iqbal, Alifa, Iva, Fadhil, Suci, dan Putri. Rame-rame!

Eh bentar deh, aku jelaskan sedikit soal Canberra. Kota ini merupakan ibu kota negara Australia yang terletak di negara bagian Australian Capital Territory (ACT). Menurutku, satu kata yang bisa menjelaskan kota ini adalah 'kaku'. Kenapa? Hmm.. baca dulu aja deh ;)

Aku lagi malas nulis terlalu detail - banyak curhat yang bisa bikin orang malas baca - jadinya mau bikin list tempat-tempat yang kudatangi selama di Canberra aja, ya!

1. Lake Burley Griffin

Danau buatan ini terbentang sepanjang 11 km di pusat kota Canberra. Tak banyak hal menarik yang bisa dilihat di sini, tapi saat musim gugur pepohonan nampak cantik - dengan daun yang berganti warna - di sepanjang jalan tepi danau ini.





2. Old Parliament House

Berhubung Canberra adalah ibu kota Australia, tentu saja pemerintahan berpusat di sini. Dulunya, bangunan ini merupakan gedung parlemen, tapi sekarang menjadi Museum of Australian Democracy. So, kalau kamu mau tahu tentang sejarah Canberra dan politiknya, inilah tempat yang paling tepat untuk dikunjungi!







3. Parliament House

Nah, inilah yang sekarang berfungsi sebagai gedung parlemen. Hal menarik yang bisa kamu lakukan di sini adalah naik ke rooftop dan melihat pemandangan sekeliling. Kamu juga bisa melihat gedung Australian War Memorial tegak lurus dari tempat ini. Satu lagi, ada tiang khas tepat di tengah rooftop dengan bendera Australia berkibar di ujungnya.





4. Australian War Memorial

Sumpah!! Inilah museum terbaik yang pernah kukunjungi. Luv it!!
Susah untuk dijelaskan, intinya canggih, mewah, dan menarik. Belajar sejarah sampai terkantuk-kantuk? Gak lagi dong kalau belajarnya di sini! :)))










5. National Museum of Australia

Selain mempelajari tentang sejarah, bisa juga dong tentang budaya Australia. Jadi, gak ada salahnya kamu datang ke museum satu ini.




Alifa ngapain? haha






6. National Gallery of Australia

Tadi kan sudah ke museum, sekarang cuci mata lihat-lihat karya cantik dari para seniman di sini, yuk! Hati-hati, mbak sama mas penjaganya pada jutek! Hahaha






7. National Library of Australia

Perpustakaan nasionalnya Australia nih. Gedeeeeeeeee banget! Yang paling seru di sini adalah pemandangannya sih menurutku, terutama kalau langit biru nan cerah.





8. National Portrait Gallery

Berbeda dengan National Gallery of Australia, tempat ini hanya memajang karya berupa potret wajah orang Australia yang terkemuka. Tapi....... bukan selfie, ya.......





9. Telstra Tower

Menikmati pemandangan kota Canberra dari ketinggian 195 m? Why not?!
Tempat ini memiliki observation decks, kafe, dan juga exhibition space. Kalau kamu main ke Canberra, wajib ke sini. Biaya masuknya $16. Oh, ya, tempat ini tidak termasuk ke dalam rute bus. Jadi, kami pesan uber, deh. Tengkyu, mamang uber hahaha.........











10. Kedutaan Besar Republik Indonesia

Setelah tiga bulan tinggal di Australia, baru lapor diri saat mengunjungi KBRI, sekalian silaturahmi hehehe...




Kami pergi ke Canberra naik kereta api dan bus. Selama di Canberra, kami hanya naik transportasi umum - yang kebanyakan orang di dalamnya jutek, termasuk mamang driver - atau jalan kaki dari satu tempat ke tempat lain. Kami tinggal di motel dengan fasilitas yang cihuy - kecuali wifi. Kalau soal makan, kebanyakan masak sih di motel, ya beberapa kali makan di luar. 

Saat pertama kali sampai sana, segala sesuatu terasa super beda dengan Victoria. Aku tulis beberapa perbandingan di note-ku:

VIC: Banyak orang ramah, nyapa, sabar, informatif; bus berhenti secara otomatis; jarak jadwal antarbus cukup jauh; outfit orang variatif; daerah kerja tapi juga banyak entertainment; ada tram; bus hampir selalu on time; bus fare $2.4 / 2 jam.

ACT: Kebanyakan orang sibuk, apatis, impatient, kurang inforatif; kalau mau naik bus harus kasih sign (hail the driver); outfit orang kebanyakan suit & tie (formal); daerah kerja banget; no tram; bus sering telat cukup lama; bus fare $4.8 / 1,5 jam.

Btw, itu pendapatku aja ya tapi bisa jadi gambaran sih karena ada beberapa fakta juga yang aku tulis tadi. 

Akhirnya beres juga nih nulis soal liburan kami di Canberra. Semoga informasinya bermanfaat, ya!

See you on my next post!

WASSALAMU'ALAIKUM!



Kamis, 10 Agustus 2017

PERJALANAN | Backpacker-an ke Yogyakarta!

08.18 2 Comments

ASSALAMU'ALAIKUM!


Hai, guyssss! Kali ini aku menulis blog atas kebutuhan salah satu temanku, Sari Nurfidah, akan informasi mengenai Yogyakarta. Walahhhhh, ini blog atau skripsi, sih? Formal amat. Ha!

Jadi, tahun lalu, tepatnya 5 Januari 2016, aku dan beberapa temanku jalan-jalan ke Yogyakarta (sebut saja Jogja). Kenalkan dulu, mereka ini teman rasa saudara bagiku, namanya Anggia, Alfin, dan Rarah. Cerita dikit dulu lah ya gimana aku bisa kenal mereka. Anggi; kenal sejak kelas 7 SMP karena 1 kelas di SMP Negeri 1 Lembang, kemudian 1 SMA di SMA Negeri 1 Bandung, dan satu fakultas di UPI (tapi beda jurusan). Alfin; dia tuh sepupunya Anggia tapi jadi dekat dan kami sering main bareng bahkan camping bareng waktu lebaran hari kedua HAHA. Rarah; dia nih temen sepengajiannya Anggia, awal ketemunya kapan dan acara apa sih lupa tapi dia bilang gak gampang buat ramah sama orang tapi dari pertama ketemu aku langsung akrab katanya. Jangan-jangan kamu naksir aku, Rah? :))



Nah, udah ya perkenalannya. Long short story, kami memutuskan untuk pergi ke Jogja buat main aja. Poin pentingnya saat itu adalah main jauh tapi hemat (maklum jiwa mahasiswa). Jadi akhirnya kami backpacker-an ke sana. Kami pergi naik kereta api ekonomi tujuan Stasiun Lempuyangan dari Stasiun Kiaracondong (Bandung), harga tiket saat itu kalau gak salah Rp98.000 (one way). FYI, menurutku mending beli tiket di Indomaret, selain karena minimarket ini ada di mana-mana, juga harganya lebih murah plus ada bonus minuman (ingat, hemat!).

Perjalanan Bandung-Yogyakarta kurang lebih selama 8 jam. Gilaaaaakkkkk pegel abissssss! Tapi namanya perjalanan, harus ada 'cerita', kan? Kami ambil kereta malam supaya sampai Jogja pagi-pagi. Di dalam kereta, kami duduk berlima dengan seorang pemuda yang ternyata anak kuliahan juga (lupa namanya siapa, kuliahnya di mana). Singkat cerita sampailah kami di Stasiun Lempuyangan sekitar pukul 4 pagi (if I'm not mistaken, ya!). Seingatku sekitar pukul 6 kami dijemput salah satu temannya Anggia menuju tempat penginapan kami (sebuah pondok pengajian -- gratis!). Indahnya punya banyak teman.... <3



Karena aku gak ingat urutan perjalananku selama di sana, jadi aku bikin list tempat yang kami kunjungi saja, ya. Ini dia tempat-tempat wisata yang kami kunjungi:

1. Kraton Yogyakarta

Belum ke Jogja namanya kalau belum mengunjungi tempat satu ini. Kalau kamu mau lihat suasana kehidupan kerajaan pada masa dulu, inilah tempat yang wajib kamu kunjungi. Nuansa tradisional masih sangat lekat di sini, mulai dari orang, bangunan, pakaian, bahasa, gesture, dan beberapa hal lainnya. Buka dari pukul 09.00 - 14.00. Harga tiket masuk (HTM)-nya Rp7.000 (lokal), Rp12.500 (asing).






2. Taman Sari 

Gak kalah terkenalnya dengan Kraton Yogyakarta, tempat ini juga jangan sampai terlewatkan, Konon, dulunya tempat ini merupakan tempat mandinya para putri kerajaan. Jam buka: 09.00 - 14.00. HTM: Rp.5000 (lokal), Rp12.000 (asing).




3. Pasar Beringharjo

Bagiku, rasanya gak lengkap kalau pergi ke suatu tempat lalu pulang tanpa oleh-oleh. Makanya, kami pergi ke Pasar Beringharjo untuk membeli oleh-oleh. Barang apa saja sih yang dijual di sini? Banyak banget!!! Ada batik, wayang, makanan tradisional, hiasan, gantungan kunci, dsb. Harganya? Pintar-pintar nawar aja, ya. Makin ngeborong, makin murah!

4. Tugu Yogyakarta

Daerah ini biasanya ramai dikunjungi kawula muda saat malam hari. Ya, namanya juga Jogja, kotanya gak pernah mati.


mau bikin bulb ala-ala tapi karena gak pake tripod ya gini deh jadinya


5. Jalan Malioboro

Nah, ini nih jalan yang 'Jogja banget', Jalan Malioboro. Kamu bisa nemuin segala hal di sepanjang jalan ini. Mulai dari orang yang ramai lalu-lalang, pedagang kaki lima, angkringan, pasar, toko-toko, tempat makan, kendaraan tradisional maupun modern, semua ada!

6. Taman Pelangi/Taman Lampion Monjali

Nikmati suasana malam yang cantik di tempat ini. Mata kamu bakal dimanjakan oleh lampion warna-warni dalam berbagai bentuk. Selain itu, kamu juga bisa naik sepeda yang bentuknya unik, namanya sepeda tandem, bisa naik ramai-ramai, lho! Harga sewanya kalau gak salah Rp20.000. Untuk HTM Taman Pelangi sendiri adalah Rp10.000 (weekdays) dan Rp15.000 (weekend). Jam buka; 17.00 - 23.00.









7. Pantai Pok Tunggal

Karena aku suka banget pantai, jadi wajib banget dong seenggaknya pergi ke satu pantai di Jogja. Karena kami gak bawa kendaraan, akhirnya kami menyewa sepeda motor. Biaya sewa motornya cukup murah yaitu Rp60.000/hari, cukup dengan jaminan KTP aja. Bermodalkan google maps, akhirnya kami pun meluncur ke daerah Gunung Kidul. Kami benar-benar gak tahu arah, jadi kalau sinyal hilang ya harus tanya warga, untung orang-orangnya baik banget :)

Setelah perjalanan cukup panjang, sampailah kami di Pantai Pok Tunggal. Pantai ini belum begitu mainstream, jadi masih sepi, wohoooooo! Airnya jernih, warna lautnya cukup biru, dan pantainya luas. Oh, ya, untuk masuk ke kawasan ini harus bayar sekitar Rp7.000 (sepeda motor).





8. Pantai Nglambor

Kurang rasanya kalau ke pantai gak basah-basahan, jadi kami ke sini deh untuk snorkeling. Kami menyewa peralatan snorkeling lengkap dengan mas-mas yang fotoin pake underwater camera hahaha! Biayanya berkisar antara Rp35.000 - Rp50.000. Biota lautnya cukup beragam, sayang terumbu karangnya banyak yang rusak akibat orang-orang yang snorkeling di sini. Jadi kupikir aku gak akan snorkeling di sana lagi deh :(





Well, begitulah cerita backpacker-an kami di Yogyakarta. Gak begitu banyak tempat yang kami kunjungi karena hanya 3 hari perjalanan termasuk pergi dan pulang. Tapi, semoga bermanfaat, ya!

Btw, thanks heaps to Anggia, Alfin, Rarah. Semoga doa kita ini terkabul, ya! xx

 

See you on my next post!

WASSALAMU'ALAIKUM!




Follow me @rikarl